Selektiflah Menerima Pendonor Darah

Maret 3, 2009 at 8:37 pm 1 komentar

KELUARGA pasien yang membutuhkan darah,terkadang diliputi rasa panik,sehingga sering sembarangan menarik orang sebagai pendonor, asal memiliki golongan darah yang sama dengan pasien. Namun, mereka tidak sadar,apakah darah pendonor tersebut steril dari penyakit berbahaya seperti HIV, dan hepatitis atau tidak.
ORANG mengira transfusi darah itu simpel, ternyata ribet. Seperti sumber donor darah, keamanan dan kualitas darah kita tergantung kepada pendonor, untuk kita harus selektif memilih pendonor. Demikian diungkapkan Pelaksana harian (Plh) Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Transfusi Darah Pemerintah Provinsi Sulsel dr Kusriny A Pasinringi. Pasalnya kata Kusriny, uji saring darah tidak seratus persen bisa menyaring, terutama HIV. “Jangan di- kira, darah yang keluar dari laboratorium itu aman, padahal tidak. Itu tergantung bagaimana tim dokter bisa menyeleksi darah,” ungkap Kusriny.
Menurut Kusriny, ada alat khusus untuk menguji darah, namanya Window Period. Namun, kejelian Window Period untuk membaca adanya virus dalam darah hanya sekira 50 persen. Itu artinya, perlindungan yang diberikan Window Period hanya setengah. Seperduanya, kata Kusriny, tergantung dari pemilihan pendonor darah. Peran dokter, kata Kusriny, sangat besar dalam memilih pendonor yang betul-betul sehat. Menurutnya, seorang dokter, sebelum mengambil darah dari pendonor, harus melakukan anamnesis terlebih dahulu, dengan menanyakan riwayat medis calon pendonor.
“Jadi ada semacam daftar yang harus diisi calon pendonor, dan pendonor juga harus jujur mengisi itu. Makanya kita sediakan ruangan konseling donor yang privasinya terjaga betul,” ungkap Kusriny.
Kusriny kembali mengingatkan pentingnya kehati-hatian terhadap pendonor. Khususnya pendonor komersil. Pasalnya kata Kusriny, pendonor yang menjual darahnya, biasanya tidak mempertimbangkan interval waktu tiga bulan, karena berburu rupiah. “Kalau ada pendonor yang datang ke sini untuk tujuan komersil kami tolak, karena risikonya besar. Belum lagi perilaku seksualnya, jangan sampai menderita penyakit HIV. Makanya seleksi donor harus ketat,” ujar Kusriny.
Selain itu, pendonor juga baru bisa kembali mendonorkan darahnya setelah tiga bulan, karena kalau kurang dari tiga bulan kata Kusriny, maka sel darah merahnya belum matang. “Dan ini sangat berbahaya bagi pasien,” tambah Kusriny. (*)

Entry filed under: Kesehatan. Tags: .

“Loker Kumala Motor Group” YLKI Lansir 10 Produk Makanan Bermelamin

1 Komentar Add your own

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Facebook

Calender

Maret 2009
S S R K J S M
« Jan   Apr »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Top Clicks

  • Tak ada

Guest

Feeds


%d blogger menyukai ini: