Keseringan Nonton TV Tingkatkan Resiko Asma

Maret 8, 2009 at 12:14 am 1 komentar

811d06b004c6e8ea1e0a4f5a0eb3985cBILA anak Anda memiliki potensi asma, jangan biarkan ia berlama-lama di depan televisi. Sebuah studi menemukan jika anak-anak yang menonton televisi lebih dari dua jam sehari meningkatkan resiko mereka terhadap asma.

Seperti dilansir indofamilyhealth.com, para peneliti meyakini hasil tersebut lebih terkait kepada gaya hidup, yakni duduk berlama-lama di depan layar televisi daripada piranti televisi itu sendiri.

Lebih dari 3.000 anak di Inggris dari usia baru lahir hingga berusia 11 tahun mengikuti riset yang dipublikasikan dalam Jurnal Thorax.

Para orang tua ditanyai tentang gejala nafas bersiul dan apakah anak-anak mereka didiagnosa memiliki asma, serta kebiasaaan para bocah dalam menonton televisi.

Ketika semua anak tersebut bebas dari gejala nafas bersiul saat balita, beberapa di antara mereka, sekitar 6 persen mulai terlihat tanda-tanda asma ketika masuk usia 11 tahun, dan mereka yang menonton televisi lebih dari 2 jam sehari tampak memiliki kondisi demikian.

Rincian dari anak-anak yang akhirnya mengidap asma, dua persen memiliki kebiasaan tak menonton televisi, 20 persen menonton televisi kurang dari 1 jam per hari, 34 perhari menonton televisi satu hingga dua jam per hari dan 44 persen melihat siaran televisi lebih dari dua jam sehari.

Para peneliti asma Inggris tersebut juga menambahkan dalam riset mereka terdapat bukti yang mengaitkan antara kurangnya gerak badan dan kegemukan terhadap peningkatan resiko asma.(cr1)

Penyempitan Saluran Napas
Asma atau bengek merupakan penyakit akibat gangguan dan penyempitan pada saluran napas terutama pada bronkus atau batang tenggorok.

Biasanya asma ini disertai oleh riwayat alergi pada pasien atau keluarga. Saluran nafas pasien penderita asma menjagi hiperaktif yaitu reaksi berlebihan jika terpapar dengan faktor pencetus.

Beberapa gejalanya adalah batuk, nafas cepat, nafas bunyi, sesak nafas, sakit dada, dan gelisah. Selain itu, terjadi sianosis atau kebiruan di sekitar mulut, ini terjadi bila serangan asma cukup berat.

Menurut Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Prof Dr Syamsu SpPD-KAI, beberapa orang yang menderita asma disebabkan karena alergi dan hal ini akan muncul secara tiba-tiba jika terpapar pencetusnya.

Beberapa di antaranya adalah debu rumah, asap (rokok, obat nyamuk), kapuk, bulu binatang, kecoa (kotoran dan serpihannya) dan minyak wangi. Sealain itu, ada juga pencetus dari golongan makanan antara lain, kacang tanah, cokelat, es, tomat, makanan dengan MSG.

Perubahan cuaca, kegiatan jasmani, faktor psikis misalnya keadaan stress, serta kelelahan hingga membuat seseorang terengah-engah ketika bernapas dapat juga menyebabkan terjadinya asma.

Oleh karena itu, seseorang yang menderita asma karena alergi sebaiknya menghindari faktor pencetusnya. Sementara itu, mereka yang menderita asma karena infeksi saluran napas harus diobati dengan pemberian obat.

Entry filed under: Kesehatan. Tags: .

Bahaya Kerja Larut dan Shift Malam Bagi Tubuh Cegah Keputihan yang Abnormal

1 Komentar Add your own

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Facebook

Calender

Maret 2009
S S R K J S M
« Jan   Apr »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Top Clicks

  • Tak ada

Guest

Feeds


%d blogger menyukai ini: