Meditasi, Alternatif Untuk Relaksasi

Maret 8, 2009 at 12:37 am Tinggalkan komentar

20090302152404Kurang istirahat, banyak pikiran serta beragam tuntutan kehidupan membuat banyak orang sulit rileks. Sayangnya sebagian dari mereka acuh dengan kondisi tidak rileks tersebut, sehingga secara kasat mata terlihat kusut. Istirahat saja terkadang tidak cukup, kerena tidak sedikit dari mereka yang tetap gelisah ketika bangun.

Keadaan rileks seseorang sangat terpengaruh oleh kondisi aura atau energi pikiran. Tidak jarang mereka yang gelisah terlihat begitu muram. Hal ini dikarenakan aura yang yang ada tidak sehat. Cara sederhana yang bisa dilakukan untuk relaksasi dan mengembalikan kekuatan fisik dan jiwa adalah dengan meditasi. Itulah yang disampaikan oleh Terapis meditasi dari House of Alpha Mind, Darmawan

Darmawan mengatakan ada tiga unsur yang menganggu ketenangan jiwa, yakni pikiran, kemauan dan perasaan yang tidak seimbang. Jika jiwa terganggu maka aura yang keluar dari tubuh pun akan terlihat tidak bagus. Untuk itu meditasi dilakukan agar ketiga unsur tadi dapat seimbang dan kondisi rileks pun tercipta.

“Rileks adalah pasifnya tiga unsur yang mengganggu jiwa yang tenang yakni perasaan, kemauan dan pikiran. Dalam meditasi, ketiga unsur tersebut dipasifkan. Perasaan dipasifkan dengan cara membiarkan nafas berlangsung dengan apa adanya, tidak perlu diatur. Kemauan dipasifkan dengan melepaskan ketegangan di otot, sedangkan pikiran dipasifkan dengan memejamkan mata,” papar Darmawan saat memandu meditasi ‘Rejuvenation Day’ di Starbuck Kemang, Jakarta Selatan.

Pada meditasi konsentrasi pikiran, perasaan dan kemauan dipusatkan pada subkoordinat menetap tertentu. Darmawan mengatakan bila diukur dengan alat pengukur gelombang pikiran, seseorang berada dalam situasi rileks ketika gelombang pikiran pada kondisi alpha, yakni 12 Herz per detik sampai 8 Herz per detik.

Dalam meditasi, ia menyarankan perhatian dipusatkan pada satu rangsangan yang datang berulang-ulang seperti kata, suara, doa, ungkapan, pernafasan atau obyek visual tertentu. Sehingga sensasi yang dirasakan adalah ketenangan dan kenyamanan.

“Guna membuat sensasi rileks yang berlangsung terus menerus dibutuhkan upaya untuk menstabilkan energi dari pikiran dengan cara menyehatkan medan energi pikiran atau aura,” katanya.

Pemusatan perhatian ini perlu untuk melatih seseorang agar mampu memikirkan sesuatu dengan pernuh perhatian, menyelami lebih dalam suatu masalah, dan menyeimbangkan kondisi tubuh. Kondisi rileks, menurut Darmawan adalah awal terbangunnya rasa bahagia.

“Kebahagiaan yang hakiki dicapai ketika kita bisa hidup saat ini, menjadi apa adanya saat ini,” ungkapnya.

Meditasi dapat dilakukan oleh setiap orang. Darmawan menyarankan untuk melakukan meditasi dua kali sehari dengan rutin agar kesehatan aura dapat terbentuk. Orang yang memiliki pikiran harmonis, bisa merasakan apa yang terjadi di badannya, kalau terus dirasakan perlahan lahan reaksi marah atau benci di badan berganti dengan sadar dan bijaksana.

Entry filed under: Kesehatan. Tags: .

Cegah Keputihan yang Abnormal Waspadai Nyeri Saat Menstruasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Facebook

Calender

Maret 2009
S S R K J S M
« Jan   Apr »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Top Clicks

  • Tak ada

Guest

Feeds


%d blogger menyukai ini: