Cuaca Mulai Panas, Awas Terserang ISPA dan Migran

April 2, 2009 at 11:38 pm Tinggalkan komentar

3ea21fb7882ede82c9e2a8c596eb08f6BEBERAPA tahun terakhir cuaca memang sangat sulit diprediksi. Perubahan cuaca yang ekstrim tak jarang membuat sebagian orang terganggu kesehatannya. Akibatnya, aktivitas pun ikut terbengkalai.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kota Makassar memprediksikan, sekitar akhir April hingga awal Mei nanti, musim kemarau akan segera tiba. Bisa dibayangkan betapa teriknya cuaca jika musim kemarau tiba.

Di musim peralihan saat ini saja, suhu kota Makassar berkisar antara 23 hingga 33 derajat Celsius. Selain panas, cuaca kini pun sedikit berkabut. Kepala Sub Bagian Pelayanan Jasa Balai BMKG Wilayah IV Makassar, Sujarwo, mengatakan, penyebabnya adalah partikel-partikel padat berupa debu dan asap yang melayang di udara.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan Beth Israel Deaconess Medical Centre di Boston, cuaca panas yang menyengat mampu memicu migrain atau lebih dikenal dengan sakit kepala sebelah.

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa peningkatan suhu lima derajat Celcius akan meningkat 7,5 persen sakit kepala dalam sehari.

Dalam cuaca terik seperti saat ini, beragam virus penyakit mudah menyerang. Akibat, daya tahan tubuh menurun dan tubuh pun menderita penyakit.

Kepala Dinas Provinsi Sulawesi Selatan, dr Rahmat Latief SpPD-MARS, mengatakan dalam perubahan cuaca seperti ini, masyarakat rentan mengidap Air Born Disease. “Dalam hal ini, kita rentan terkena infeksi saluran napas atas,” ungkapnya tadi malam.

Untuk itu, diimbau agar masyarakat selalu waspada dan menjaga kesehatannya. “Banyak minum, konsumsi makanan yang seimbang dan sehat, istirahat yang cukup, dan jangan terlalu sering tepapar panas,” saran dokter spesialis penyakit dalam ini. (cr1)

Jangan Anggap Remeh Demam
Dalam suhu yang ekstrim seperti ini, anak-anak mungkin merupakan komunitas yang paling rentan terjangkit beragam penyakit. Sebut saja, flu, panas, dan batuk. Ini disebabkan karena daya tahan tubuh mereka menurun.

Beberapa gejala seperti demam kian mengintai anak. Untuk itu, jangan anggap remeh demam yang menyerang.

“Demam itu bukan penyakit tapi gejala. Jadi, jangan dianggap remeh. Sebaiknya lakukan pemeriksan supaya diketahui penyebabnya,” jelas dr Rahmat.
Tribun Timur, Selalu yang Pertama
Kamis, 2 April 2009

Entry filed under: Kesehatan. Tags: .

Rahasia Dibalik Kekuatan “Popeye” Menikmati Kesulitan Dan Tantangan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Facebook

Calender

April 2009
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Top Clicks

  • Tak ada

Guest

Feeds


%d blogger menyukai ini: