Pohon Tua

April 11, 2009 at 9:47 pm Tinggalkan komentar

Assalamualaikum wr wb
> ~Pohon Tua
>
> Suatu ketika, di sebuah padang, tersebutlah sebatang pohon rindang.
> Dahannya rimbun dengan dedaunan. Batangnya tinggi menjulang. Akarnya,
> tampak menonjol keluar, menembus tanah hingga dalam. Pohon itu, tampak
> gagah di banding dengan pohon-pohon lain di sekitarnya.
>
> Pohon itupun, menjadi tempat hidup bagi beberapa burung disana. Mereka
> membuat sarang, dan bergantung hidup pada batang-batangnya. Burung-burung
> itu membuat lubang, dan mengerami telur-telur mereka dalam kebesaran pohon
> itu. Pohon itupun merasa senang, mendapatkan teman, saat mengisi
> hari-harinya yang panjang.
>
> Orang-orang pun bersyukur atas keberadaan pohon tersebut. Mereka kerap
> singgah, dan berteduh pada kerindangan pohon itu. Orang-orang itu sering
> duduk, dan membuka bekal makan, di bawah naungan dahan-dahan. “Pohon yang
> sangat berguna,” begitu ujar mereka setiap selesai berteduh. Lagi-lagi,
> sang pohon pun bangga mendengar perkataan tadi.
>
> Namun, waktu terus berjalan. Sang pohon pun mulai sakit-sakitan.
> Daun-daunnya rontok, ranting-rantingnya pun mulai berjatuhan. Tubuhnya,
> kini mulai kurus dan pucat. Tak ada lagi kegagahan yang dulu di milikinya.
> Burung-burung pun mulai enggan bersarang disana. Orang yang lewat, tak
> lagi mau mampir dan singgah untuk berteduh.
>
> Sang pohon pun bersedih. “Ya Tuhan, mengapa begitu berat ujian yang Kau
> berikan padaku? Aku butuh teman. Tak ada lagi yang mau mendekatiku.
> Mengapa Kau ambil semua kemuliaan yang pernah aku miliki?” begitu ratap
> sang pohon, hingga terdengar ke seluruh hutan. “Mengapa tak Kau tumbangkan
> saja tubuhku, agar aku tak perlu merasakan siksaan ini? Sang pohon terus
> menangis, membasahi tubuhnya yang kering.
>
> Musim telah berganti, namun keadaan belumlah mau berubah. Sang pohon tetap
> kesepian dalam kesendiriannya. Batangnya tampak semakin kering. Ratap dan
> tangis terus terdengar setiap malam, mengisi malam-malam hening yang
> panjang. Hingga pada saat pagi menjelang.
>
> “Cittt…cericirit…cittt” Ah suara apa itu? Ternyata, .ada seekor anak
> burung yang baru menetas. Sang pohon terhenyak dalam lamunannya.
> “Cittt…cericirit…cittt, suara itu makin keras melengking. Ada lagi
> anak burung yang baru lahir. Lama kemudian, riuhlah pohon itu atas
> kelahiran burung-burung baru. Satu…dua…tiga…dan empat anak burung
> lahir ke dunia. “Ah, doaku di jawab-Nya,” begitu seru sang pohon.
>
> Keesokan harinya, beterbanganlah banyak burung ke arah pohon itu. Mereka,
> akan membuat sarang-sarang baru. Ternyata, batang kayu yang kering,
> mengundang burung dengan jenis tertentu tertarik untuk mau bersarang
> disana. Burung-burung itu merasa lebih hangat berada di dalam batang yang
> kering, ketimbang sebelumnya. Jumlahnya pun lebih banyak dan lebih
> beragam. “Ah, kini hariku makin cerah bersama burung-burung ini”, gumam
> sang pohon dengan berbinar.
>
> Sang pohon pun kembali bergembira. Dan ketika dilihatnya ke bawah, hatinya
> kembali membuncah. Ada sebatang tunas baru yang muncul di dekat akarnya.
> Sang Tunas tampak tersenyum. Ah, rupanya, airmata sang pohon tua itu,
> membuahkan bibit baru yang akan melanjutkan pengabdiannya pada alam.
>
> ***
>
> Teman, begitulah. Adakah hikmah yang dapat kita petik disana? Allah memang
> selalu punya rencana-rencana rahasia buat kita. Allah, dengan kuasa yang
> Maha Tinggi dan Maha Mulia, akan selalu memberikan jawaban-jawaban buat
> kita. Walaupun kadang penyelesaiannya tak selalu mudah di tebak, namun,
> yakinlah, Allah Maha Tahu yang terbaik buat kita.
>
> Saat dititipkan-Nya cobaan buat kita, maka di saat lain, diberikan-Nya
> kita karunia yang berlimpah. Ujian yang sandingkan-Nya, bukanlah harga
> mati. Bukanlah suatu hal yang tak dapat disiasati. Saat Allah memberikan
> cobaan pada sang Pohon, maka, sesungguhnya Allah, sedang MENUNDA
> memberikan kemuliaan-Nya. Allah tidak memilih untuk menumbangkannya,
> sebab, Dia menyimpan sejumlah rahasia. Allah, sedang menguji kesabaran
> yang dimiliki.
>
> Teman, yakinlah, apapun cobaan yang kita hadapi, adalah bagian dari
> rangkaian kemuliaan yang sedang dipersiapkan-Nya buat kita. Jangan putus
> asa, jangan lemah hati. Allah, selalu bersama orang-orang yang sabar.
>
> Terima kasih telah membaca.
> Hope you are well and please do take care.
> Wassalamualaikum wr wb. Salam hangat!!!

Entry filed under: Artikel. Tags: .

Brokoli Tangkal Kanker Lambung Walkman Untuk Pemula

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Facebook

Calender

April 2009
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Top Clicks

  • Tak ada

Guest

Feeds


%d blogger menyukai ini: